Acara ini akan dilaksanakan pada hari Senin-Selasa, 14-15 Februari 2020

bertempat di LPP Sinode

Kontribusi Peserta: Rp 450.000,00

Pembayaran Kontribusi Peserta:

  • Rekening BCA Nomor 4560810836 atas nama Dra. Bening Hadilinatih
  • Rekening BRI Tiro Nomor 0029-01-000409-30-9 atas nama LPP Sinode

Pendaftaran dapat dilakukan melalui tlp. (0274) 514721 atau WA 087839547786

Pendaftaran ditutup tanggal 10 Februari 2020

Kedukaan merupakan peristiwa yang menyita banyak energi dalam kehidupan manusia akibat hilangnya sesuatu yang berharga dalam hidupnya (kematian, pekerjaan, kesehatan, dll.). Siapapun dapat mengalaminya. Karena itu, kedukaan kerap disebut sebagai pengalaman traumatis universal yang setiap saat “menyerang” seseorang. Seorang ahli dalam hal kedukaan bernama Erich Lindemann mengatakan bahwa beberapa study menunjukkan bahwa banyak orang menjadi sakit mengikuti kematian orang yang dicintainya. Perkembangan jumlah pasien yang lebih besar di rumah sakit berasal dari seseorang yang baru saja mengalami kehilangan dan bukan dari penduduk biasa. Dan di rumah sakit psikiatris, perbedaan antara orang yang mengalami kehilangan dengan penduduk biasa adalah enam kali lipat, selanjutnya, dinamika kedukaan ini memainkan peranan yang sangat penting dalam sejumlah besar kondisi fisik dan psikologis. Mengingat hal itu, jemaat (gereja) sebagai persekutuan umat beriman memiliki peran dalam mendampingi umat yang mengalami kedukaan. Tentu saja pendampingan yang dilakukan tidak asal-asalan karena ketika seseorang dalam kondisi kedukaan dan pendampingan kepadanya dilakukan asal-asalan, pendampingan itu bukannya memulihkan, melainkan bisa jadi makin melukai. Oleh karena itu diperlukan pembinaan, refleksi dan aksi pendampingan bagi pelayan pendampingan agar dapat melakukan pendampingan yang memulihkan.