Acara ini akan dilaksanakan pada 5 April 2019

Pukul 10.00 WIB-selesai bertempat di LPP Sinode

Kontribusi Peserta: Rp 150.000

Pendaftaran ditutup tanggal 1 April 2019

Kehidupan politik menjelang pemilu 2019 menggeliat dengan berbagai ucapan kebencian yang menyebar luas, khususnya melalui media on-line. Apakah ucapan kebencian menjadi metode yang dianggap efektif untuk memenangkan kontestasi politik ini? Menjawab pertanyaan ini, Cherian Geroge melakukan investigasi di berbagai negara dan menemukan pola yang sama terkait dengan ujaran kebencian yang menguat dalam kampanye menjelang pemilu. Hal ini menuntunnya pada kesimpulan adanya strategi “pelintiran kebencian” (hate spin) apa yang disebutnya hasil rekayasa wirausahawan politik.   

Membaca realitas politik di Indonesia  dengan memanfaatkan temuan Cherian George membuat kita mundur sejenak untuk merenungkan keberadaan diri kita yang kerap terbawa arus kebencian dua kubu yang berkompetisi. Tentu wirausahawan berpikir soal keuntungan finansial. Mereka tidak memikirkan nasib rakyat Indonesia yang telah dirasuk roh kebencian. Padahal kebencian   menghancurkan harmoni kehidupan bersama di NKRI. Lalu, gagasan apa yang ditawarkan Cherian George untuk “mengobati” kebencian kronis yang tengah melanda kita?

Mencari jawab atas pertanyaan tersebut, LPP Sinode kali ini akan mengangkat hasil penelitian yang dilakukan oleh Cherian George yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Paramadina. Bagi George dibutuhkan respon politik dan kewargaan (di mana kita bagiannya) untuk membendung hate spin yang akan merusak demokrasi itu sendiri.