Home » Uncategorized » SEMILOKA PEMBIMBING ANAK

LPP Sinode telah mengadakan Semiloka Pembimbing Anak pada 25-27 Februari 2011 di LPP Sinode, Yogyakarta. Minat terhadap kegiatan ini amat besar. Sayangnya, karena keterbatasan tempat dan demi efektifnya acara, peserta memang harus dibatasi. Akibatnya sekitar 22 calon peserta dari berbagai gereja tidak dapat mengikuti acara ini. LPP Sinode memohon maaf atas hal ini, dan memohon agar mereka dapat segera mendaftar untuk acara sejenis di lain waktu. Dengan sedikit “memaksa,” akhirnya Semiloka diadakan dengan diikuti 62 orang peserta.

Peserta berfoto di depan LPP Sinode

Daftar nama peserta Semiloka kali ini dapat dilihat di bagian bawah.

Antusiasme juga terlihat dalam acara Semiloka yang diadakan. Kebaktian pembukaan dilayani oleh Pdt. Addi Soselia Patriabara, M.Th., PPP-LPP Sinode yang baru. Selanjutnya berbagai sesi disampaikan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan para peserta, yaitu:

1. Evaluasi Pelayanan Anak, dipandu oleh Pdt. Darsono Eko Noegroho, M.Th. Melalui sesi ini peserta diajak melihat seberapa besar perhatian gereja/jemaat terhadap Sekolah Minggu/Komisi Anak di gerejanya masing-masing. Diharapkan kesadaran ini makin meningkatkan dorongan untuk semakin peduli terhadap anak-anak di tiap gereja/jemaat.

2. Sesi “Spiritualitas Pelayan Anak,” dipandu oleh Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, M.Min., yang menegaskan bahwa pelayanan anak harus dimotivasi oleh kecintaan pada Allah.

3. Pdt. Tabita K Christiani, Ph.D., memandu peserta dengan dua tema: Pertama, “Perkembangan Anak: Fisik, Psikis, Moral, Iman” yaitu melihat anak dari sudut psikologi perkembangan. Seorang pelayan anak perlu melihat anak dari sudut psikologi, sekalipun tidak mutlak, agar pelayanan lebih efektif. Kedua, “Kerangka Pelayanan Anak” yang mengajak peserta melihat tujuan pelayanan anak. Setelah melihat berbagai macam tujuan yang selama ini dijalani (kognitif, moral dan karakter), peserta diajak melihat model pendidikan iman sebagai model yang perlu dipertimbangkan. Karena dalam model ini menjadi anak sebagai subyek yang sejajar dengan para pembina anak, sekaligus tempat anak terbiasa membagikan pengalaman hidupnya.

Setelah mendapat berbagai teori, yang disajikan dengan berbagai contoh praktis, kini peserta mulai mendapat sesi yang lebih praktis, siap saja. Sesi itu adalah:

4. “Liturgi dan Metode Pengajaran Sekolah Minggu” oleh Dra. Mega Wati, M.Pd, yang mengajak peserta secara kreatif membuat liturgi dan metode pengajaran. Pembagian tradisional yang terdiri dari Pembukaan, tahap Penyampaian Pokok Pelajaran, dan tahap Penerapandapat dilakukan dengan kretif. Setelah itu peserta dalam kelompok membuat liturgi dan metode pengajaran di kelasnya.

5. Persoalan kerap melanda anak, itu sebabnya pada pembina anak perlu dibekali dengan “Konseling Anak” yang dipandu oleh SA Kristianingsih, M.Psi, dosen psikologi UKSW. Selain teori peserta diajak juga untuk berlatih menangkap kegelisahan anak di balik ungkapan-ungkapan mereka.

Di hari akhir, peserta juga diajak untuk mendiskusikan hal-hal apa saja yang dapat mereka lakukan untuk mengembangkan pembinaan anak di gereja masing-masing. Setelah itu, peserta diajak melihat kegiatan Komisi Anak di GKI Ngupasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>