Home » buletin » Buletin LPP Sinode-Memahami Peta Politik Indonesia Pasca Pemilu dan Menjelang SU-MPR 1999

cover

Menjelang Sidang Umum MPR 1999, suhu politik terasa semakin memanas. Berbagai manuver politik untuk saling menghimpun kekuatan serta saling menjatuhkan, terasa marak dari waktu ke waktu. Berbagai perkiraan perimbangan kekuatan pun semakin berkembang, siapa mendukung siapa, kian mewarnai suhu politik yang memanas itu. Tak pelak lagi, keadaan seperti ini, membuat gambaran tentang peta kekuatan politik menjadi semakin rumit.

Tanpa bermaksud menambah kerumitan gambaran tentang peta politik di negeri ini, Buletin LPP Sinode Nomor 21 kali ini pun mengangkat tema : Memahami Peta Politik Pasca Pemilu 1999. Melalui topik ini, akan disajikan pokok pikiran seorang pengamat politik dari lingkungan sendiri. Tujuannya ialah untuk menambah wawasan kita, agar kita tidak saja memperoleh gambaran tentang peta politik dari media cetak dan elektronika yang beredar setiap hari.

Artikel utama berjudul : MEMAHAMI PETA POLITIK INDONESIA PASCA PEMILU DAN MENJELANG SIDANG UMUM MPR. Artikel ini merupakan makalah yang diceramahkan oleh bp. DR. Warsito Utomo, dalam pertemuan studi yang diselenggarakan oleh LPP Sinode tanggal 14 September 1999.

Ringkasan Buku karya Naomi Wolf yang berjudul : GEGAR GENDER, dipersiapkan oleh Pdt. Widdwissoeli M. Saleh, S.Th. Ringkasan buku ini pernah dibicarakan dalam suatu pertemuan studi resensi, yang diselenggarakan oleh LPP Sinode tanggal 20 April 1999 yang lalu.

Selanjutnya Pdt. Widi Artanto, M.Th. melalui bahan Pemahaman Alkitab yang disiapkannya, mengajak kita untuk mengembangkan sikap dan harapan Kristen terhadap situasi bangsa yang sedang mengalami krisis saat ini. Bahan PA yang mengangkat Yesaya 58:1- 12 diberi judul : KESALEHAN SOSIAL GEREJA DAN HARAPAN KARYA PEMULIHAN ALLAH BAGI BANGSA.

Rubrik Serba-serbi pembangunan Jemaat dan Informasi Kegiatan LPP Sinode disiapkan oleh Pdt. Darsono Eko Noegroho, M.Th. juga akan melengkapi buletin lpp sinode no. 21 ini.

Akhirnya, meskipun SU MPR 1999 sudah mulai berlangsung ketika buletin ini sampai di tangan pembaca, namun apa yang disajikan ini masih tetap memiliki relevansi. Sekurang-kurangnya, menolong kita semua untuk semakin memahami upaya tawar menawar politik yang sedang bergulir selama persidangan lembaga tertinggi negara ini berlangsung. Selamat membaca.

Yogyakarta, September 1999

Redaktur Pelaksana